Akhirnya Telkomsel melakukan hal yang sejak lama diharapkan banyak pengguna: kuota internet tidak lagi otomatis hangus. Lewat fitur bernama Akumulasi Kuota, pelanggan kini punya kesempatan menikmati sisa kuota bulan lalu, asal bermain sesuai aturan main yang sudah ditetapkan operator.
Sebagai pengguna, sulit untuk tidak mengapresiasi langkah ini. Selama bertahun-tahun, kuota hangus menjadi “luka lama” pelanggan seluler—sudah bayar, tapi tidak sempat dipakai, lalu hilang begitu saja. Sudah saya bahas di Kuota Internet yang Hangus. Kini, Telkomsel lewat paket internet Simpati #TerbaikUntukmu mencoba menjawab keluhan itu dengan pendekatan yang terdengar lebih manusiawi: kuota bisa diakumulasi.
Mengutip halaman kompas, VP Simpati Product Marketing Telkomsel, Adhi Putranto, fitur ini lahir dari mendengarkan kebutuhan pelanggan yang ingin pemakaian internet lebih efisien. Pernyataan ini terdengar klise, tapi setidaknya kali ini dibarengi kebijakan yang konkret. Akumulasi Kuota memberi kesan bahwa Telkomsel mulai menggeser fokus dari sekadar menjual paket ke upaya mempertahankan kepuasan pelanggan.
Namun, tentu saja news ini ada catatan penting. Kuota tidak hangus bukan tanpa syarat. Pengguna wajib membeli paket internet baru sebelum masa aktif paket sebelumnya berakhir. Terlambat satu hari saja, sisa kuota bulan lalu tetap lenyap. Jadi, meskipun lebih ramah dibanding sistem lama, pelanggan tetap dituntut disiplin dan waspada terhadap tanggal kedaluwarsa.
Pilihan paket yang mendukung Akumulasi Kuota ini cukup jelas dan terbatas, yakni:
- Paket Internet 3 GB seharga Rp 30.000
- Paket Internet 8 GB seharga Rp 70.000
- Paket Internet 13 GB seharga Rp 100.000
Semua paket memiliki masa aktif 30 hari dan berada dalam kategori Simpati #TerbaikUntukmu. Menariknya, sisa kuota yang terakumulasi akan digabung menjadi kuota utama, tanpa pembedaan antara kuota lama dan baru. Artinya, pengguna tidak perlu pusing memikirkan pembagian kuota saat pemakaian.
Selain kuota, Telkomsel juga menambahkan kebebasan memilih manfaat digital, mulai dari hiburan, musik, game, edukasi, hingga belanja dan proteksi. Di atas kertas, ini terlihat seperti nilai tambah yang relevan dengan gaya hidup digital saat ini, meskipun pada praktiknya belum tentu semua pelanggan benar-benar memanfaatkan fitur-fitur tersebut. Simak juga: Google For Publisher Indonesia Di Surabaya
Di sisi lain, Telkomsel tetap mempertahankan paket-paket dengan harga lebih murah seperti Super Seru, Internet Sakti, dan Combo Sakti. Hanya saja, paket-paket ini tidak ikut menikmati fitur Akumulasi Kuota. Konsekuensinya jelas: kuota tetap hangus saat masa aktif berakhir. Pilihan ini seakan memberi pesan halus bahwa fleksibilitas dan kenyamanan memang ada harganya.
Untuk pengguna yang tidak ingin terikat paket bulanan, Telkomsel juga menawarkan Paket Serbu, yakni paket harian dengan harga mulai Rp 5.000. Dalam satu hari, pengguna bisa mendapatkan kuota hingga 3 GB, atau memilih varian lain seperti paket khusus TikTok, paket nelpon, dan opsi harian lainnya. Solusi ini terasa pas bagi pengguna situasional, meski jelas tidak dimaksudkan sebagai pengganti paket bulanan.
Secara keseluruhan, kebijakan Akumulasi Kuota ini patut diapresiasi sebagai langkah maju di industri seluler Indonesia. Meski belum sepenuhnya “bebas hangus” tanpa syarat, perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang operator terhadap konsumsi data pelanggan. Ke depan, konsumen tentu berharap kebijakan seperti ini tidak berhenti sebagai strategi pemasaran semata, tetapi menjadi standar baru dalam layanan internet seluler. Bacaan relevan: Tersangka Itu Teman Lama
Jika konsisten dijalankan dan diperluas ke lebih banyak paket, bukan tidak mungkin Akumulasi Kuota akan menjadi alasan kuat bagi pelanggan untuk tetap bertahan—bukan karena tidak punya pilihan, tetapi karena merasa lebih dihargai.
