Ingin Pernikahan Outdoor Minimalis Berjalan Lancar? Cek Persiapannya

Pernikahan Outdoor

Jika dulu pesta pernikahan identik dengan ballroom yang megah, kini semakin banyak pasangan beralih ke konsep outdoor. Pernikahan outdoor minimalis dengan latar pemandangan alam, udara terbuka, dan suasana santai hadir dengan suasana hangat yang kental.

Sering disebut sebagai intimate wedding, konsep ini menonjolkan suasana yang sederhana namun tetap sakral dan bermakna. Intimate wedding adalah pernikahan yang biasanya dihadiri oleh 20-100 tamu undangan sehingga pengalaman lebih intim.

Tertarik untuk mengadakan pesta pernikahan dengan konsep ini? Sebelum mulai, Anda perlu menyimak beberapa persiapannya.

Kenapa Outdoor Identik dengan Intimate Wedding?

Area outdoor identik dengan intimate wedding karena membuat semua tamu undangan bisa ikut menikmati momen spesial tanpa terkesan formal. Bayangkan saja, menggelar pernikahan di taman, tepi pantai, atau kebun dengan orang-orang terdekat. Suasananya pasti terasa lebih akrab, santai, dan juga hangat.

Selain itu, keindahan alam sudah menjadi dekorasi alami yang membuat suasana semakin romantis tanpa perlu dekorasi berlebihan. Meski berlangsung dalam skala kecil, pesta pernikahan tetap terasa lebih personal, elegan, dan meninggalkan kesan mendalam.

Referensi Konsep Pernikahan Outdoor Minimalis

Sebagai salah satu persiapan, saat merencanakan pernikahan outdoor, Anda perlu menentukan konsepnya terlebih dahulu. Untuk pernikahan yang minimalis, beberapa referensi berikut bisa jadi ide menarik:

1. Garden Party Sederhana

Anda dapat menggelar pernikahan di taman hijau dengan hamparan rumput rapi, pepohonan rindang, dan cahaya matahari sore yang hangat. Area akad dihiasi rangkaian bunga berwarna putih, krem, atau pastel yang dipadukan kain tipis menjuntai tampil elegan.

2. Beach/Villa Wedding

Konsep ini menghadirkan suasana santai namun tetap mewah dengan latar pantai atau villa yang menawarkan pemandangan laut, tebing, maupun taman tropis. Bayangkan Anda mengucap janji pernikahan saat deburan ombak terdengar di kejauhan dan angin sepoi sepoi berhembus pasti sangat indah.

3. Rooftop/Backyard Wedding

Jika menginginkan konsep yang lebih modern dengan biaya fleksibel, rooftop atau halaman belakang rumah bisa menjadi pilihan menarik. Rooftop wedding menawarkan pemandangan gedung-gedung kota, terutama saat matahari terbenam hingga malam hari ketika lampu kota mulai menyala.

Cara  Menyesuaikan Catering dengan Konsep Outdoor dan Tamu Terbatas

Pada intimate wedding outdoor, catering bukan sekedar jumlah makanan, tetapi juga pengalaman yang dirasakan tamu. Karena jumlah tamu lebih sedikit, Anda bisa mengalokasikan anggaran untuk menyajikan menu yang lebih berkualitas.

Agar catering tidak berlebihan maupun kurang, berikut langkah yang bisa diterapkan:

1. Tentukan Jumlah Tamu yang Hadir

Jangan langsung menghitung tamu dari jumlah undangan yang disebar. Yang Anda gunakan adalah perkiraan tamu yang benar-benar datang. Sebagai gambaran:

  • Untuk acara lokal (satu kota) bisa sekitar 80-90% tamu biasanya hadir.
  • Banyak tamu dari luar kota biasanya 60-75%.
  • Intimate wedding yang hanya mengundang saudara dekat tingkat kehadirannya bisa 90-100%.

Misalnya, jika Anda mengundang 70 orang dan memperkirakan 90% hadir, maka 70 x 90% = 63 tamu.

2. Sesuaikan dengan Durasi dan Waktu Acara

Waktu penyelenggaraan akan memengaruhi kebutuhan menu. Misalnya:

  • Pagi (09.00-11.00): Cukup sediakan makanan utama, minuman, dan camilan ringan.
  • Siang (11.00-14.00): Tamu umumnya mengharapkan hidangan lengkap karena bertepatan dengan jam makan siang.
  • Sore hingga malam: Tambahkan dessert, coffee corner, atau live station agar tamu lebih menikmati suasana.

Semakin lama acara berlangsung, semakin besar kebutuhan makanan pendamping dibandingkan hanya menambah nasi atau lauk utama.

3. Pilih Menu yang Tahan di Area Outdoor

Tidak semua makanan cocok disajikan di ruang terbuka. Cuaca panas, angin, atau kelembapan dapat memengaruhi kualitas hidangan. Beberapa pilihan menu yang paling aman antara lain:

  • Menu panggang (grill) atau roasted chicken.
  • Aneka pasta
  • Rice bowl
  • BBQ station
  • Sup hangat yang disajikan langsung
  • Aneka dessert dalam cup

Sebaliknya, makanan yang mudah meleleh atau cepat basi sebaiknya disajikan menjelang waktu makan atau disimpan menggunakan pendingin.

4. Hitung Porsi Catering dengan Tambahan Cadangan

Setelah mengetahui estimasi tamu hadir, tambahkan cadangan sekitar 5-10%. Cadangan ini berguna untuk mengantisipasi tamu yang datang bersama pasangan, vendor yang ikut makan, atau kebutuhan tidak terduga.

Cara menghitung porsi catering pernikahan dengan rumus sederhana berikut bisa Anda terapkan:

  • Jumlah tamu hadir + cadangan 5-10%.

Contoh perhitungannya:

  • Jumlah undangan misalnya 70 orang.
  • Perkiraan hadir 90%
  • Rumus: 70 x 90% = 63 tamu
  • Cadangan 10%: 63 x 10% = 6 porsi
  • Total catering yang sebaiknya disiapkan 63 + 6 = 69 porsi.

5. Sesuaikan dengan Sistem Penyajian

Cara penyajian juga memengaruhi jumlah makanan yang dibutuhkan. Berikut beberapa pilihannya:

  • Buffet umumnya memerlukan cadangan sekitar 5-10% karena tamu dapat mengambil makanan sesuai selera.
  • Set menu atau plated service lebih mudah dikontrol karena setiap tamu menerima satu porsi yang sudah ditentukan.
  • Live cooking station sebaiknya disiapkan sesuai estimasi tamu hadir, ditambah sekitar 5% sebagai antisipasi permintaan tambahan.

Untuk intimate wedding dengan tamu terbatas, kombinasi buffet berukuran kecil ditambah satu live station sering menjadi pilihan ideal. Selain membuat suasana lebih interaktif, jumlah makanan juga lebih mudah dikendalikan sehingga anggaran tetap efisien.

Persiapan Teknis Penting dalam Outdoor Wedding

Sudah siap merancang pernikahan outdoor minimalis? Selain soal catering, ada beberapa persiapan teknis yang perlu Anda perhatikan.

1. Sesuaikan Jadwal Pernikahan dengan Kondisi Cuaca

Sebelum menentukan tanggal pernikahan, perhatikan musim dan prakiraan cuaca di lokasi acara. Jika memungkinkan, pilih waktu sore menjelang matahari terbenam karena suhu udara biasanya lebih sejuk, pencahayaan alami lebih indah untuk dokumentasi.

2. Sediakan Rencana Cadangan untuk Mengantisipasi Hujan

Cuaca sulit diprediksi, sehingga sebaiknya siapkan rencana cadangan sejak awal. Anda dapat menyewa tenda, menyiapkan area indoor, atau memilih venue yang memiliki ruang tertutup sebagai alternatif.

3. Pilih Vendor yang Berpengalaman Merancang Pernikahan Outdoor

Outdoor wedding memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan pesta di dalam ruangan, sehingga penting memilih vendor yang sudah berpengalaman menangani konsep serupa. Vendor yang berpengalaman biasanya lebih siap menghadapi cuaca maupun memahami penataan dekorasi di area terbuka.

Pernikahan outdoor minimalis menawarkan suasana hangat, personal, dan berkesan, terutama konsep intimate wedding dengan jumlah tamu terbatas. Namun, agar acara berjalan lancar, setiap detail harus dipersiapkan dengan matang.

Baik itu pemilihan venue, dekorasi, dan pastinya catering. Nah, salah satu cara untuk membuat pengalaman bersantap semakin istimewa adalah menghadirkan live station, di mana hidangan dimasak dan disajikan langsung di hadapan tamu.

Anda yang ingin menambahkan live station pada acara pernikahan nanti bisa memilih Steak Hotel by Holycow. Dengan Holycow yang asli, seluruh tamu bisa merasakan sajian steak berkualitas sehingga momen spesial Anda semakin berkesan.

Menu yang disajikan dirancang langsung oleh founder Holycow Wynda Mardio yang telah mengembangkan cita rasa Steak Hotel by Holycow sejak 2010. PIlihan menunya sangat beragam, mulai dari wagyu, black angus, hingga australian beef yang dapat dipadukan dengan berbagai saus.

Yuk, lengkapi intimate wedding Anda dengan sajian steak premium dari Holycow dan ciptakan pengalaman bersantap yang akan selalu dikenang para tamu.

Referensi:

  • https://www.weddingku.com/blog/catat-rumus-tepat-hitung-jumlah-porsi-katering-pernikahan
  • https://medinacatering.id/cara-menghitung-catering-pernikahan-untuk-porsi-ideal/
  • https://swara.tunaiku.com/pernikahan-outdoor/

About the Author: Kang Andre

Cuma blogger amatir yang mencoba profesional dan ingin berbagi tulisan online.

Anda mungkin suka ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *